Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minangkabau (DPP IKM) Andre Rosiade secara resmi melepas keberangkatan 100 bus program mudik gratis Pulang Basamo 2026 di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).
Program Pulang Basamo 2026 ini mengantarkan ribuan perantau Minangkabau dari Jakarta dan sekitarnya untuk kembali ke kampung halaman di Sumatera Barat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat Minang di perantauan agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman.
Pelepasan rombongan mudik berlangsung sekitar pukul 10.38 WIB. Saat bendera keberangkatan dikibarkan, satu per satu bus mulai bergerak meninggalkan lokasi dengan suasana meriah yang diiringi bunyi klakson telolet dari kendaraan para pemudik.
Program Pulang Basamo Memasuki Tahun Keempat
Andre Rosiade menjelaskan bahwa Pulang Basamo telah memasuki tahun keempat sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023. Program ini terus mendapat sambutan positif dari para perantau Minang yang bekerja di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Menurut Andre, program ini bukan hanya membantu masyarakat yang ingin mudik, tetapi juga mempererat hubungan para perantau dengan kampung halaman di Sumatera Barat.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
Perantau Minang Berkontribusi Besar untuk Ekonomi Sumbar
Andre Rosiade juga menekankan bahwa perantau Minang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian di Sumatera Barat. Setiap tahun, para perantau mengirimkan dana dalam jumlah besar untuk membantu keluarga dan masyarakat di kampung halaman.
“Alhamdulillah, selama ini perantau Minang membantu ekonomi Sumatera Barat. Setiap tahun perantau Minang mengirimkan sekitar Rp20 triliun ke kampung halaman,” ujar Andre.
Menurutnya, kontribusi tersebut sangat penting untuk membantu pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dua Gelombang Keberangkatan Pulang Basamo 2026
Program Pulang Basamo 2026 dilaksanakan dalam dua gelombang keberangkatan. Gelombang pertama diberangkatkan pada 8 Maret 2026 dengan 100 bus.
Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berangkat pada 15 Maret 2026 dengan tambahan sekitar 150 bus.
Secara keseluruhan, program mudik gratis ini diikuti oleh sekitar 12.000 pemudik. Peserta pada gelombang pertama mayoritas merupakan mahasiswa, sedangkan pada gelombang kedua didominasi oleh para pekerja perantau.
Melalui program ini, DPP IKM berharap tradisi kebersamaan para perantau Minangkabau dapat terus terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Sumatera Barat.






