DPD IKM Surakarta Perkuat Program Kerja 2026 dalam Rapat Koordinasi Pengurus

Surakarta, 2 Februari 2026 – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Minang (DPD IKM) Kota Surakarta menggelar rapat koordinasi di Sekretariat DPD IKM Surakarta pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun agenda kegiatan ke depan. Hadirkan Pembina, Penasehat, dan Pengurus Lengkap Rapat dihadiri oleh Dewan Pembina DPD IKM Surakarta H. Epi Rizandi, Dewan Penasehat Letkol ADM Osvandry dan Ganto Suaro, Ketua DPD IKM Surakarta Yunaldi Efendi, Wakil Ketua Datuk Yusuf, Ketua Yayasan Minang Saiyo Gusti Hadi, Ketua Panitia Penggalangan Dana Kapten Isran Wahyudi, Sekretaris Buyung Muchammad Faiza (Bang Ichal), jajaran pengurus DPD IKM Surakarta, serta perwakilan Bundo Kanduang Kota Surakarta. Dalam sambutannya, H. Epi Rizandi menegaskan bahwa kehadiran para tokoh dan pengurus menunjukkan komitmen bersama untuk menjalankan roda organisasi secara solid, terarah, dan berkelanjutan demi kemajuan IKM di Kota Surakarta. Bahas Agenda Ramadan, Lebaran, dan Tabungan Kurban 2026 Ketua DPD IKM Surakarta, Yunaldi Efendi, menjelaskan bahwa rapat membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya rencana kegiatan selama bulan Ramadan, perayaan Idulfitri 2026, serta program tabungan kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai kebersamaan warga Minang di perantauan. Penutupan dan Laporan Transparan Donasi Bencana Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum penutupan resmi program penggalangan donasi bencana alam Sumatera Barat. Dalam laporan yang disampaikan, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp60.889.662 dan seluruhnya telah disalurkan kepada warga terdampak melalui DPW IKM Jawa Tengah, DPD IKM Solo Raya, DPD PKDP Surakarta, serta DPD IWS Surakarta, termasuk bantuan bagi mahasiswa perantauan yang terdampak banjir. Saldo donasi dinyatakan nihil sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Ketua Panitia Penggalangan Dana, Kapten Isran Wahyudi, memaparkan bahwa bantuan disalurkan kepada sejumlah wilayah dan kelompok penerima, antara lain warga Pariaman, Saniangbaka, Paninggahan, Agam, serta mahasiswa perantauan. Seluruh distribusi dilakukan melalui koordinasi DPW IKM Provinsi Jawa Tengah. Harapan untuk Program Berkelanjutan Melalui rapat ini, DPD IKM Kota Surakarta berharap seluruh program organisasi dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas. Konsolidasi yang kuat diharapkan menjadi fondasi bagi kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan IKM di masa mendatang.
Kehadiran Pengurus IKM Warnai Silaturahim PKDP Solo Raya yang Terbuka dan Demokratis

Solo Raya – Pertemuan dan silaturahim Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Solo Raya yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2026, di RM Dapua Mintuo, Donohudan, berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat nilai persaudaraan. Kegiatan bertema “Balanjuang Silamak Jo Duyan” ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarperantau Minangkabau di wilayah Solo Raya. Kehadiran Rizal Putra Milda, perantau Minang asal Bukittinggi, sebagai tamu undangan khusus dari luar keanggotaan PKDP, turut mewarnai suasana silaturahim. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari jajaran pengurus dan keluarga besar PKDP Solo Raya sebagai wujud nyata keterbukaan organisasi dalam menjalin komunikasi dan persaudaraan lintas komunitas Minang. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Solo Raya. Kehadiran para pengurus IKM tersebut semakin menegaskan semangat kebersamaan dan sinergi antarorganisasi kedaerahan Minangkabau di perantauan, tanpa sekat dan dengan semangat saling menghargai. Ketua PKDP Solo Raya, Ganto Suaro, menegaskan bahwa PKDP Solo Raya menjunjung tinggi nilai keterbukaan, musyawarah, dan demokrasi. Menurutnya, silaturahim merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sesama perantau Minangkabau, baik yang tergabung dalam PKDP maupun organisasi kedaerahan lainnya. “PKDP Solo Raya terbuka bagi siapa saja yang datang untuk bersilaturahim. Perbedaan latar belakang organisasi bukan penghalang, justru menjadi kekuatan untuk membangun persatuan di tanah rantau,” ungkapnya. Acara yang dimulai selepas salat Ashar ini berlangsung dalam suasana santai bernuansa kampung halaman, dilengkapi jamuan khas Minangkabau yang menghadirkan rasa rindu akan Ranah Minang. Seluruh peserta tampak larut dalam kebersamaan dengan mengenakan busana nasional PKDP berwarna biru. Silaturahim ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan persatuan antarperantau Minangkabau di Solo Raya, sekaligus menegaskan peran PKDP Solo Raya sebagai organisasi yang inklusif, terbuka, dan demokratis. (Rizal PM)
IKM Surakarta Gelar Pertemuan Rutin, Satukan Empati dan Gerakan Donasi untuk Sumatera Barat

Surakarta – Duka akibat banjir dan galodo yang melanda Sumatera Barat terus menggugah empati para perantau Minang di berbagai daerah. Di Kota Surakarta, Ikatan Keluarga Minang (IKM) kembali menunjukkan kekompakan melalui pertemuan rutin yang sarat kepedulian. Acara berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, di RM Embun Pagi Pajang, Kartasura. Dihadiri Pengurus dan Tokoh Penting IKM Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua DPD IKM Kota Surakarta, Yunaldi Efendi, para Pembina seperti Epi Rizandi, jajaran Penasehat, Bundo Kanduang, serta seluruh pengurus DPD IKM Surakarta.Acara semakin bermakna dengan hadirnya Ketua Dewan Penasehat DPW IKM Jawa Tengah, H. Abdul Kadir (Uncu Kadir), yang memberikan arahan dan dukungan moral kepada seluruh peserta. Fokus pada Penggalangan Dana untuk Sumatera Barat Dalam suasana akrab namun penuh keprihatinan, peserta pertemuan memusatkan perhatian pada upaya penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatera Barat. Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp 13 juta, menjadi bukti nyata kepedulian para perantau Minang di Solo Raya. Agenda Penting yang Dibahas IKM Surakarta Ketua DPD IKM, Yunaldi Efendi, menyampaikan beberapa agenda utama dalam pertemuan rutin ini, antara lain: Program penanggulangan bencana di Sumatera BaratKegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap pemulihan pascabencana. Rencana renovasi Gedung dan Masjid IKM Solo RayaUpaya ini bertujuan memperkuat fasilitas organisasi agar lebih optimal dalam menjalankan kegiatan sosial dan kebersamaan. Tindak lanjut usulan Walikota Surakarta, Respati Ardi, terkait Koridor MinangKoridor Minang dirancang menjadi ruang budaya dan wadah pemberdayaan ekonomi perantau Minang. Prosesnya akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Surakarta. Apresiasi atas Kekompakan Perantau Minang Dalam kesempatan tersebut, Yunaldi mengapresiasi solidaritas seluruh anggota. “Kekompakan para perantau dalam berdonasi sangat kami apresiasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan saudara-saudara kita di Sumatera Barat yang sedang menghadapi ujian berat,” ujarnya. Perantau Tetap Terhubung dengan Tanah Kelahiran Rasa simpati dan empati terasa kuat sepanjang acara. Meski jauh dari kampung halaman, hati para perantau Minang tetap terpaut pada Ranah Minang. Melalui kebersamaan dan gerakan kolektif, IKM Surakarta berharap dapat berkontribusi dalam mengembalikan harapan masyarakat yang terdampak bencana. Semoga semangat kepedulian ini terus mengalir dan memberikan manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan. (Rizal Malin Kayo)
Penguatan Sinergi IKM Wilayah Solo Raya, Klaten dan Surakarta Satu Suara

Surakarta, 20 Juli 2025 – Ketua Pembina DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Klaten, Abdul Kadir, bersama Ketua DPD IKM Klaten, Purnomo, menghadiri rapat konsolidasi yang digelar di Rumah Makan Embun Pagi, Kota Surakarta. Rapat ini dipimpin oleh Kadispers Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Adm Yogie Azhar Koto, SE, M.Tr.SOU, M.Han. Selain dari Klaten, rapat juga dihadiri oleh jajaran DPD IKM Kota Surakarta, antara lain Dewan Pembina Epi Rizandi, Ketua Yunaldi Efendi, Sekretaris Buyung M. Faizal, serta Uni Riche. Dari DPD IKM Klaten turut mendampingi Wakil Ketua Handri Maidi, Sekretaris Joni, dan Rizal Malin Kayo sebagai Humas. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar DPD IKM di wilayah Solo Raya dan sekitarnya, dengan tujuan memperkokoh peran organisasi dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. (Rizal Malin Kayo)
Pesta Budaya dan Kuliner Minang-Jawa Meriahkan Surakarta

Surakarta, 29 Juni 2025 – Lebih dari 2.000 orang tumpah ruah di Pendhapi Gedhe, Komplek Balaikota Surakarta dalam gelaran Pesta Budaya dan Kuliner Minang-Jawa Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) se-Solo Raya 2025. Acara megah yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini menjadi simbol harmonisasi dua budaya besar Indonesia—Minang dan Jawa—serta komitmen nyata terhadap persatuan dalam keberagaman. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPD IKM se-Solo Raya dengan Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Personel Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Adm Yogie Azhar Koto, S.E., M.Han. Pesta budaya ini menampilkan aneka kuliner khas, pertunjukan seni tradisional, bazar UMKM, serta pembagian doorprize, termasuk hadiah utama berupa tiket umrah. Pejabat dan Tokoh Hadir Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya: -Walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto, SH, M.Kn-Ketua Umum DPP IKM H. Andre Rosiade, SE-Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M.Si-Sekretaris Kesbangpol Jateng Drs. Muhammad Agung Hikmati, M.Si-Unsur TNI-Polri, Kepala OPD, Ketua DPD IKM se-Solo Raya, tokoh masyarakat, dan perwakilan BSI, KADIN, serta organisasi kemasyarakatan. Sambutan Walikota Surakarta: Budaya sebagai Perekat Bangsa Dalam sambutannya, Walikota Surakarta menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyoroti filosofi Minang “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” yang selaras dengan nilai luhur Jawa “Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti”. “Kami ingin menjadikan Surakarta sebagai rumah kedua bagi warga Minang. Saya akan fasilitasi kawasan khusus untuk pertukaran budaya dan kuliner Minang di Solo. Ini bagian dari diplomasi kuliner dan semangat kebersamaan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa budaya adalah kekuatan utama Solo dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui UMKM dan pariwisata berbasis tradisi. Ketua Umum DPP IKM: Siap Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Ketua Umum DPP IKM, H. Andre Rosiade, SE, menyatakan dukungan penuh terhadap program kolaboratif Pemkot Surakarta dan berterima kasih atas sambutan hangat masyarakat Solo Raya terhadap warga Minang. “Kami siap mendukung program Walikota dan menjadi bagian dari pembangunan daerah. Filosofi Minang mengajarkan kami untuk berbaur dan menjunjung nilai lokal di tempat kami bermukim,” ujarnya. Ia juga mengundang seluruh warga Minang di Solo Raya untuk menghadiri pelantikan besar pengurus IKM Desember mendatang yang direncanakan dihadiri Presiden RI dan diikuti lebih dari 10.000 peserta. Semarak Budaya dan Aksi Sosial Pesta budaya ini diawali dengan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial. Penampilan seni dan budaya menghiasi panggung sepanjang hari, antara lain: -Tari Pasambahan, Tari Piring, dan Silek Gelombang-Kolaborasi musik Talempong dan Gamelan-Fashion show busana adat Minang-Jawa-Tarian Bundo Kanduang dan pertunjukan siswa-siswi sekolah-Hiburan rakyat KIM dan penampilan band Arjuna Reborn (Lanud Adi Soemarmo) serta band Atara-Bazar kuliner dan souvenir khas Minang-Jawa Komitmen Sosial dan Kultural Warga Minang di Solo Raya Kolonel Adm Yogie Azhar Koto, selaku Ketua Panitia, menegaskan bahwa acara ini merupakan bentuk pengamalan nilai luhur Minangkabau dan kontribusi aktif warga Minang dalam kehidupan sosial di Surakarta. “Kami bukan hanya tinggal di Solo, tapi turut membangun dan berkontribusi. Mulai dari pembangunan masjid, donor darah, santunan anak yatim, hingga pelibatan budaya Papua dalam acara kenegaraan. Ini adalah bukti semangat kami untuk menjadi warga yang bermanfaat,” jelasnya. Menjadi Agenda Tahunan dan Simbol Bhineka Pesta budaya ini menjadi bagian dari Solo Raya Great Sale 2025 yang digagas Gubernur Jawa Tengah bersama KADIN. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dalam rangka mempererat persaudaraan, mengangkat ekonomi kreatif, dan memperkuat identitas budaya nasional. “Kami percaya, Minang dan Jawa bukan hanya berseberangan pulau, tapi bersatu dalam semangat. Surakarta adalah kampung kami yang kedua,” tutup Kolonel Yogie. (Rizal Malin Kayo)