Demak, 26 Juli 2025 – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti Gedung Diklat PGRI Tembiring, Kabupaten Demak, dalam Pertemuan Akbar Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) se-Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu, 26 Juli 2025. Acara ini sekaligus menjadi peringatan Hari Lahir ke-8 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKM Provinsi Jawa Tengah-momentum bersejarah yang mempertegas eksistensi dan kekompakan warga Minang di perantauan.
Sebanyak 25 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKM dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah turut hadir, termasuk DPD IKM Kabupaten Klaten yang tampil dengan formasi lengkap. Hadir dari Klaten antara lain Ketua Dewan Pembina Abdul Kadir, Ketua DPD Purnomo, Wakil Ketua Handri Maidi, Sekretaris Jhon Hendri, Wakil Sekretaris Jonie, serta Ketua Humas Rizal Putra Milda.
Dalam undangan resmi yang dikeluarkan oleh DPW IKM Jateng, acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum DPP IKM atau perwakilannya, Gubernur Jawa Tengah H. Ahmad Luthfi, Wakil Ketua Departemen Bundo Kanduang, Bupati Demak, serta Dewan Pembina dan Penasehat DPW IKM Jateng.
Ajang Konsolidasi dan Penguatan Identitas
Ketua Dewan Pembina DPD IKM Klaten, Abdul Kadir, menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni—melainkan forum penting untuk mempererat silaturahmi, menyatukan semangat, serta memperkuat identitas budaya Minangkabau di tanah rantau.
“Pertemuan ini mengingatkan kita pada nilai-nilai luhur: Di mana bumi dipijak, di situ langik dijunjuang, serta prinsip Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Ini adalah fondasi budaya yang terus kami pegang teguh,” ungkapnya.
Dikenal sebagai pemilik Toserba Garih Rejeki, Abdul Kadir juga menekankan pentingnya tema Milad ke-8 DPW IKM Jateng: “Basamo Kito Taguah, Bacarai Kito Runtuah, dan Basamo Mangko Manjadi.”
“Semangat persatuan adalah kunci keberhasilan kita sebagai perantau,” tambahnya.
Klaten Hadir Perkuat Solidaritas Urang Awak
Ketua DPD IKM Klaten, Purnomo (akrab disapa Bang Ipul), turut menyampaikan apresiasinya atas bertambahnya usia organisasi tingkat provinsi tersebut.
“Kehadiran kami dari Klaten adalah bentuk dukungan nyata untuk memperkuat solidaritas urang awak di Jawa Tengah. IKM bukan sekadar organisasi, tapi rumah besar yang menyatukan hati dan langkah para perantau Minang,” ujar Bang Ipul.
Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran struktur lengkap KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dari masing-masing DPD serta unsur Bundo Kanduang, yang menandakan peran sentral perempuan Minang dalam kehidupan sosial dan budaya komunitas.
IKM sebagai Mitra Sosial Budaya di Tanah Rantau
Melalui Pertemuan Akbar ini, DPW IKM Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal. Tak hanya menjaga identitas budaya, IKM juga aktif berkontribusi dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan sebagai bagian dari komunitas bangsa yang dinamis dan produktif.
Delapan tahun perjalanan DPW IKM Jateng menjadi saksi kekompakan dan dedikasi para perantau Minang. Pertemuan ini bukan akhir sebuah fase, tapi awal dari langkah-langkah lebih besar menuju masa depan yang bersatu, kuat, dan penuh kontribusi.
(Rizal Malin Kayo)





