Sekjen DPP IKM Imbau Perantau Minang Tahan Diri usai Korban Jiwa Demo DPR, Minta Polisi Transparan

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (Sekjen DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo, menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025). “Kami berduka atas jatuhnya korban dalam demo di DPR RI. Kami berharap seluruh Perantau Minang di manapun berada bisa menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan,” ujar Braditi dalam keterangan resminya. Braditi menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun ia mengingatkan, demonstrasi harus dilakukan dengan tertib, mematuhi aturan, dan tidak menimbulkan kerusuhan. Aspirasi sebaiknya disalurkan melalui mekanisme resmi agar tercipta suasana kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya Perantau Minang, untuk tidak mudah terprovokasi serta lebih berhati-hati terhadap berita bohong (hoaks).“Selidiki dulu informasinya, lakukan tabayyun sebelum menyebarkan kabar. Jangan sampai kita ikut menyebar hoaks yang bisa memecah belah bangsa,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, Braditi menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga Almarhum Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang meninggal dunia usai diduga terlindas mobil lapis baja Brimob. Affan diketahui bukan peserta aksi, melainkan sedang mengantarkan pesanan pelanggan ketika insiden terjadi. “Harapan kami, kejadian seperti ini tidak terulang. Kasusnya harus dievaluasi, pelaku ditindak tegas, dan proses hukum dilakukan secara transparan. Tidak boleh ada yang ditutupi, apalagi korban bukan demonstran, tetapi warga yang sedang bekerja,” tegasnya. Braditi menekankan pentingnya evaluasi aparat dalam pengamanan aksi agar tidak menimbulkan korban di luar peserta demonstrasi. Ia mendorong kepolisian membuka kasus ini secara terang di hadapan publik agar kepercayaan masyarakat terhadap hukum tetap terjaga. “Mari kita semua menahan diri. Semoga tidak ada lagi korban berikutnya dan kondisi bangsa ini bisa dilalui dengan baik,” tutupnya.
Sekjen DPP IKM, Braditi Moulevey Rajo Mudo: Jangan Tunggu Korban Jatuh Lagi di Perlintasan Kereta Api

Padang – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo, menyampaikan ucapan duka cita mendalam kepada keluarga korban kecelakaan tragis yang terjadi di perlintasan sebidang kereta api Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Kamis (21/8/2025) siang. Peristiwa memilukan itu merenggut nyawa dua siswi SMA Negeri 10 Padang, yakni Nabila Khairunisa, putri dari Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad dan sahabatnya, Alya Azzura. Tragedi tersebut terjadi ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi F 1150 FAO yang dikemudikan siswi kelas XI, Jihan Putri Soan, tertabrak kereta api Minangkabau Ekspres jurusan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Mobil yang ditumpangi tujuh pelajar itu terseret sejauh sekitar 10 meter sebelum terhenti. Seluruh penumpang dievakuasi ke RS Yos Sudarso, Padang. Dua korban dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi berbeda. Kejadian ini mengguncang hati masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Rasa kehilangan begitu terasa, terutama karena korban merupakan pelajar-pelajar muda yang tengah menempuh pendidikan. Lebih dari itu, wafatnya Nabila Khairunisa menjadi pukulan berat bagi keluarga besar kepolisian, khususnya Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad. Duka yang sama dan pukulan telak juga dirasakan oleh keluarga dari rekan Nabilla, Alya Azzura yang ikut wafat dalam kejadian tersebut. Belasungkawa Perantau Minang Menurut Moulevey, tragedi ini bukan hanya musibah bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga duka kolektif bagi masyarakat Minang. “Kami atas nama perantau Minang dan keluarga besar DPP IKM menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Nabila Khairunisa, putri tercinta dari Kapolres Solok Kota, beserta rekannya, Alya Azzura. Kepergian mereka adalah luka mendalam yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Minangkabau. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Braditi Moulevey, Kamis (21/8/2025) malam. Moulevey menegaskan bahwa kehilangan generasi muda adalah kehilangan masa depan. Ia menyebut, kedua korban adalah aset bangsa yang semestinya tumbuh menjadi penerus dan kebanggaan keluarga. “Anak-anak kita adalah generasi harapan. Kehilangan mereka di usia belia bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi bangsa ini,” imbuhnya. Selain menyampaikan belasungkawa, Braditi Moulevey juga menekankan perlunya langkah konkret dari instansi terkait. Ia mendesak pemerintah daerah bersama PT KAI dan pihak berwenang lainnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan di perlintasan sebidang. “Kita tidak boleh lagi menunggu korban jatuh. Harus ada pembenahan total, mulai dari pengawasan, perbaikan infrastruktur, hingga penutupan perlintasan liar yang rawan kecelakaan. Setiap nyawa terlalu berharga untuk dibiarkan hilang sia-sia karena kelalaian sistem,” tegasnya. Menurutnya, tragedi di perlintasan kereta api bukan kali pertama terjadi di Sumbar maupun daerah lain di Indonesia. Meski sudah ada aturan yang mengatur kewajiban mendahulukan perjalanan kereta, praktik di lapangan kerap menghadapi tantangan. “Keselamatan tidak bisa hanya berhenti pada imbauan. Perlu langkah nyata dan kerja sama lintas instansi. Pemerintah, PT KAI, aparat, dan masyarakat harus sama-sama serius agar duka seperti ini tidak lagi terulang,” ucapnya. Pernyataan PT KAI PT KAI Divre II Sumbar dalam rilis resminya turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang sebagian besar disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan. Ia mengingatkan agar masyarakat mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan perjalanan kereta api sebagaimana diatur dalam undang-undang. Namun, Braditi Moulevey menilai, pernyataan tersebut harus dibarengi dengan langkah strategis yang lebih menyentuh akar persoalan. Menurutnya, masih banyak perlintasan tanpa palang pintu atau penjaga yang berpotensi menimbulkan bahaya. “Kita berharap tragedi ini menjadi momentum untuk perubahan nyata. Jangan sampai setiap tahun kita hanya mendengar kabar duka tanpa ada perbaikan berarti,” ujarnya. Duka akibat tragedi ini terasa semakin mendalam karena korban adalah pelajar yang sedang menapaki masa depan. Suasana haru menyelimuti rumah duka dan sekolah korban, SMA Negeri 10 Padang. Guru, sahabat, hingga pejabat setempat menyampaikan belasungkawa, menandai betapa besar kehilangan yang dirasakan banyak pihak. Bagi masyarakat Minang di rantau, tragedi ini juga menimbulkan luka mendalam. Braditi Moulevey menyebut, semangat kebersamaan dan solidaritas Minangkabau harus menjadi penguat bagi keluarga korban. “Kami, para perantau, merasa terpanggil untuk ikut berduka. Insya Allah doa terbaik selalu kami kirimkan untuk almarhumah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, dan semoga musibah ini menjadi pelajaran berharga agar lebih banyak nyawa terselamatkan di masa depan,” tuturnya. (*)
Silaturahmi Hangat Sekjen DPP IKM dengan Wagub Sumbar, Bahas Masa Depan Pembangunan Sumbar

DPP IKM – Pertemuan penuh kehangatan terjadi antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo, dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, di Kota Padang, baru-baru ini. Meski berawal sebagai temu kangen dua sahabat lama, momen tersebut berkembang menjadi ruang silaturahmi yang sarat kekeluargaan sekaligus ajang membicarakan peluang kolaborasi antara perantau dan pemerintah daerah demi kemajuan Sumatera Barat. Braditi Moulevey mengungkapkan, dirinya dan Vasko Ruseimy telah lama bersahabat sejak sama-sama berkiprah di Jakarta. Kini keduanya dipertemukan kembali dalam peran berbeda: Vasko sebagai Wakil Gubernur Sumbar mendampingi Gubernur Mahyeldi, sementara Braditi dipercaya mengemban amanah sebagai Sekjen DPP IKM. “Pertemuan ini adalah silaturahim antara sahabat lama. Tentunya ke depan ada ruang besar untuk kolaborasi antara perantau dengan pemerintah daerah,” ujar Braditi, Rabu (20/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, Braditi menyampaikan pesan penting dari perantau Minang, yakni perlunya sinergi nyata antara Pemprov Sumbar dengan IKM dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, hingga budaya. Ia menekankan, pembangunan Sumbar tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia (SDM). “Pesan kami dari perantau, pembangunan Sumbar jangan hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada manusianya. Kita berharap kepemimpinan Mahyeldi–Vasko mampu membawa Sumbar keluar dari zona kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, dan memajukan masyarakat,” tegasnya. Pertemuan berlangsung hangat dan cair, jauh dari kesan formal. Keduanya berbincang santai namun mendalam tentang kondisi Sumbar serta tantangan ke depan. Braditi menilai, hadirnya Vasko sebagai pemimpin muda di Sumbar memberi harapan baru bagi masyarakat. “Momentum ini lebih dari sekadar nostalgia sahabat lama. Ini adalah komitmen bersama untuk membawa Sumbar ke arah yang lebih baik,” katanya. Sebagai representasi suara perantau, Braditi menitipkan aspirasi agar pemerintah daerah semakin terbuka membangun kolaborasi dengan diaspora Minang. Menurutnya, Sumbar memiliki peluang besar keluar dari persoalan klasik apabila pemerintah berani membuka ruang kerja sama lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk perantau Minang di seluruh dunia. “Perantau Minang selalu punya rasa tanggung jawab moral terhadap kampung halaman. Kami berharap kepemimpinan Mahyeldi–Vasko mampu meningkatkan pembangunan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun budaya,” ungkapnya. Pertemuan singkat itu menjadi bukti bahwa persahabatan dan silaturahmi dapat membuka pintu bagi lahirnya kerja sama konkret. Antara pemerintah daerah dan para perantau, ada tujuan besar yang sama: memajukan Ranah Minang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Sekjen DPP IKM, Braditi Moulevey Resmi Menjadi Warga Muhammadiyah

PADANG – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo, resmi menjadi warga Muhammadiyah. Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat (Sumbar), Bakhtiar, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jumat (15/8/2025). Bagi Moulevey, langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kedekatan personal dengan organisasi Islam yang telah menjadi bagian dari perjalanan keluarganya. “Bagi saya, ini seperti pulang ke rumah sendiri. Muhammadiyah bukan hal yang asing bagi saya,” ujarnya. Ketua PWM Muhammadiyah Sumbar, Bakhtiar, mengapresiasi kehadiran Braditi Moulevey di tengah Muhammadiyah. Sebagai perantau Minang yang memegang peran strategis di DPP IKM, ia dinilai mampu menjadi jembatan sinergi antara organisasi perantau Minang dan Muhammadiyah. “Latar belakang Muhammadiyah sangat diterima di Sumbar, meskipun didirikan di Yogyakarta. Saya berharap IKM mampu melahirkan tokoh-tokoh baru yang dapat berkontribusi bagi bangsa, seperti masa lalu ketika Sumbar banyak memiliki tokoh nasional,” kata Bakhtiar. Ia menambahkan, kehadiran figur seperti Moulevey di Muhammadiyah dapat menjadi teladan bagi generasi muda Minangkabau untuk menggabungkan semangat keagamaan, intelektualitas, dan pengabdian sosial. “Saya berharap suatu saat akan lahir penerus tokoh nasional dari Sumbar. Siapa tahu salah satunya adalah Pak Levi,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah, Gun Sugianto, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya. “Kami berterima kasih atas kesediaan Pak Braditi Moulevey menjadi warga Muhammadiyah. Ini adalah kebanggaan sekaligus penguatan jejaring dalam membangun perekonomian, pendidikan, dan dakwah di Sumatera Barat,” ucapnya. Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah berdiri pada 18 November 1912 di Yogyakarta atas prakarsa KH Ahmad Dahlan. Organisasi ini bertujuan memurnikan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah serta mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Seiring perjalanan waktu, Muhammadiyah menjadi salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, dengan jutaan anggota dan ribuan amal usaha yang tersebar di seluruh provinsi. Di Sumbar, Muhammadiyah telah mendirikan berbagai sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan pusat dakwah yang berperan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peran Muhammadiyah di Sumbar tak lepas dari semangat pembaruan dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan yang sejalan dengan karakter masyarakat Minangkabau. Kiprahnya telah melahirkan tokoh-tokoh nasional dari ranah Minang, baik di bidang politik, pendidikan, maupun gerakan sosial. Dengan bergabungnya Braditi Moulevey, diharapkan sinergi antara IKM dan Muhammadiyah semakin erat, terutama dalam mendorong kemajuan umat dan daerah melalui pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan sosial. (*)
Dampingi Kunjungan Andre Rosiade, Braditi Moulevey: Perantau Minang Harus Terlibat Majukan Sumbar

Padang — Selama enam hari penuh, 10–15 Agustus 2025, Sumatera Barat menjadi saksi padatnya rangkaian kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. Andre Rosiade. Dalam setiap agenda, Andre didampingi Braditi Moulevey, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar yang juga Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM). Perjalanan ini membentang dari Dharmasraya di ujung timur hingga Pasaman di utara Sumbar, membawa pesan penting: pembangunan harus dirasakan merata, tidak hanya terpusat di kota besar. Mendorong Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi Perjalanan dimulai pada Minggu (10/8) dengan peresmian Tower BTS Sungai Rumbai, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya. Braditi menegaskan bahwa infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil akan membuka peluang besar bagi pendidikan, perdagangan, dan layanan publik. “Kita tidak ingin ada lagi cerita anak sekolah memanjat bukit untuk mencari sinyal. Akses internet kini adalah kebutuhan dasar,” ujarnya. Malam harinya, Braditi dan Andre menghadiri ramah tamah bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan para penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Pelestarian Budaya dan Konektivitas Desa Senin (11/8), rombongan bertolak ke Sijunjung dan Sawahlunto. Di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Braditi mengingatkan pentingnya pelestarian budaya. “Budaya adalah identitas kita. Kalau hilang, kita akan kehilangan arah,” tegasnya. Siang harinya, mereka meresmikan BTS di Silongo, Pasilihan, dan Kotaluo, bersama Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dan Bupati Solok Jon Firman Pandu, demi memperkecil kesenjangan digital. Sentuhan Infrastruktur Sosial di Kota Padang Selasa (12/8), agenda berlanjut di Padang. Andre dan Braditi meninjau Dapur MBG di Ujung Gurun, program makan siang gratis di SDN 24 Ujung Gurun, titik TJSL, dan rencana revitalisasi GOR Agus Salim. Braditi menekankan, infrastruktur sosial seperti dapur umum dan sekolah harus mendapat perhatian setara dengan proyek fisik. Infrastruktur Strategis untuk Pertanian dan Keselamatan Jalan Rabu (13/8), kunjungan difokuskan pada Pasaman untuk meninjau pembangunan jembatan strategis penghubung sentra pertanian. Braditi menyebut jembatan ini akan memangkas waktu tempuh, mengurangi biaya logistik, dan membuka akses pasar bagi petani. Kamis (14/8), rombongan meninjau proyek Flyover Sitinjau Lauik di jalur vital Padang–Solok. “Flyover ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan. Medan Sitinjau Lauik rawan kecelakaan,” jelas Braditi. Sore harinya, mereka menuju Pesisir Selatan untuk melihat pembangunan jembatan penghubung yang penting bagi sektor perikanan dan pariwisata. Perantau Minang sebagai Motor Kemajuan Sebagai Sekjen DPP IKM, Braditi memandang perantau Minang sebagai aset besar yang belum dioptimalkan. Ia mengajak diaspora Minang bersinergi dengan pemerintah. “Perantau punya jejaring, modal, dan pengetahuan. Kalau dikelola baik, Sumbar bisa melesat,” ungkapnya. Braditi juga mengapresiasi langkah Andre Rosiade yang konsisten memperjuangkan proyek strategis di pusat. Menurutnya, kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah, dan komunitas perantau adalah kunci percepatan kemajuan daerah. Pembangunan untuk Semua, Bukan Hanya Kota Besar Kunjungan kerja ini menegaskan bahwa pembangunan di Sumbar tidak boleh terpusat di perkotaan. “Infrastruktur telekomunikasi, jembatan, jalan, dan fasilitas publik harus menyentuh semua lapisan masyarakat. Hanya dengan begitu kita bisa bicara tentang kemajuan yang adil,” tutup Braditi.
IKM Milik Semua Orang Minang: DPP IKM Gelar Milad ke-9, Syukuran Sekretariat Baru, dan Santunan Anak Yatim

DPP IKM – Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minangkabau (DPP IKM) menggelar acara Peringatan Milad ke-9 IKM, Syukuran Sekretariat Baru, serta Santunan Anak Yatim, pada Rabu, 6 Agustus 2025, bertempat di Kantor Sekretariat DPP IKM, Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP IKM, H. Andre Rosiade, jajaran pengurus pusat, tokoh-tokoh Minang dari berbagai kalangan di perantauan, serta perwakilan DPW dan DPD IKM se-Jabodetabek. Momen ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan organisasi sekaligus refleksi sembilan tahun perjalanan IKM dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Minang di perantauan maupun di kampung halaman. Dalam sambutannya, H. Andre Rosiade menegaskan komitmen IKM sebagai rumah besar milik seluruh orang Minang, lintas latar belakang dan kepentingan, termasuk politik. “Seluruh partai akan bergabung dalam kepengurusan DPP IKM, karena IKM ini bukan milik partai, tapi milik semua orang Minang. Kita sepakat, seluruh partai politik yang ada di Republik Indonesia yang ada orang Minangnya, awak ajak bergabung,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin. Pernyataan ini menegaskan arah IKM sebagai organisasi inklusif yang mengedepankan persatuan dan sinergi, di atas segala perbedaan. Ketua Umum juga mengajak seluruh elemen masyarakat Minang untuk terus berperan aktif dalam memperkuat peran IKM sebagai organisasi sosial budaya yang modern dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan doa, sambutan Ketua Umum, pemotongan tumpeng sebagai simbol syukuran, serta pemberian santunan kepada anak yatim. Suasana kekeluargaan dan kepedulian sosial mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus menjadi pelita bagi masyarakat Minang, acara ini menandai dimulainya babak baru dalam perjuangan DPP IKM menuju organisasi yang semakin solid, terbuka, dan berdaya guna bagi ranah maupun rantau.
Perantau Minang Serukan Kedamaian dan Toleransi Usai Insiden Rumah Doa di Padang Sarai

Jakarta— Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo, menyerukan ajakan damai kepada seluruh pihak menyusul insiden pengrusakan Rumah Doa jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam pernyataannya, Moulevey mengimbau masyarakat untuk menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi yang selama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat Minangkabau. “Saya lahir dan besar di Padang. Saya sangat meyakini bahwa masyarakat kita memiliki budaya toleransi yang kuat,” ujarnya, Selasa (29/7/2025). Ia juga menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, mengingat banyaknya hoaks yang beredar di media sosial yang berpotensi memperkeruh suasana. Moulevey menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan aparat kepolisian yang bertindak cepat dan profesional dalam menangani persoalan ini. Ia yakin bahwa insiden ini tidak akan memecah belah masyarakat Sumbar, melainkan memperkuat semangat persatuan. “Saya percaya pemerintah bekerja keras menangani persoalan ini. Semua pihak, termasuk para perantau Minang, memberikan perhatian serius,” tambahnya. Kesalahpahaman Picu Ketegangan Insiden terjadi pada Minggu (27/7/2025) sore, saat sejumlah warga RT 03 RW 09 mendatangi rumah milik jemaat GKSI yang telah lama difungsikan sebagai tempat pendidikan agama Kristen bagi anak-anak. Namun, sebagian warga mengira rumah tersebut sebagai rumah ibadah gereja. Dalam pertemuan mediasi yang digelar di Kantor Camat Koto Tangah, Pendeta Dachi menjelaskan bahwa ketegangan dipicu oleh kesalahpahaman. “Sebagian warga mengira rumah tempat pendidikan ini adalah gereja. Padahal bukan,” ungkapnya. Respon Tegas dari Aparat dan Pemerintah Kapolresta Padang segera mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam pengrusakan. Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin memastikan proses hukum akan berjalan profesional dan tidak akan ada toleransi terhadap tindakan intoleransi. “Tidak ada ruang bagi pelaku intoleransi. Kami akan menindak tegas sesuai aturan,” tegasnya. Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut hadir dalam mediasi dan menyatakan bahwa insiden ini bukan konflik agama, melainkan murni akibat kesalahpahaman. “Kita harus pahami perasaan korban, baik fisik maupun psikologis. Kesalahpahaman sudah clear. Tindakan pidana tetap diproses sesuai hukum,” katanya. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, Prof Salmadanis, menambahkan pentingnya memperkuat dialog lintas agama dan membangun kesadaran kolektif. “Kebebasan beragama adalah hak konstitusional. Mari kita jaga bersama agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” ujarnya. Pengingat Akan Pentingnya Kerukunan Insiden yang terjadi menjelang perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-356 ini menjadi pengingat bahwa kerukunan dan kebebasan beragama harus terus dijaga bersama oleh masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Sembilan terduga pelaku kini dalam proses hukum di Polresta Padang, dan aparat menjanjikan proses yang transparan dan adil. Kerukunan bukan sekadar semboyan, melainkan tanggung jawab kita semua. (*)
Ketum Andre Rosiade Silaturahmi dan Konsolidasi dengan IKM Kepulauan Riau

Batam – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (Ketum IKM) Andre Rosiade menghadiri kegiatan silaturahmi akbar perantau Minang sekaligus konsolidasi organisasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (18/7/2025) malam di Harbour Bay, Batam. Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Dirut Semen Indonesia Group (SIG) Indrieffouny Indra, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mantan Kapolda Kepri Jenderal (Purn) Yan Fitri Halimansyah dan lainnya. Andre Rosiade yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya filosofi orang Minang di perantauan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”Alhamdulillah kita bisa berkumpul hari ini. Ini kebanggaan bagi kita semua,” ujar Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI. Andre menyampaikan, meskipun membangun struktur kepengurusan IKM bukan hal mudah, saat ini kantor DPP IKM telah berdiri di Jakarta, hanya lima menit dari kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto. Andre juga mengungkapkan bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani akan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPP IKM. IKM, lanjut Andre, tengah mempercepat proses konsolidasi nasional dengan menyusun Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) serta memperluas jaringan ke luar negeri.“Setelah dari Batam, saya akan ke Malaysia untuk konsolidasi IKM di sana, lalu lanjut ke Tokyo. Di Jepang ada ribuan perantau Minang. Insya Allah Oktober nanti kita akan menggelar acara ‘Minang Mendunia’. Kita akan ‘marandang’ di Tokyo,” jelasnya Andre menambahkan, saat ini IKM telah hadir di 33 provinsi dan menargetkan kehadiran di seluruh 37 provinsi Indonesia. “Kami ingin IKM menjadi wadah pemersatu dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat minang” tegas Andre yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra MPR RI. Tokoh masyarakat minang Kepri yang juga Mantan Kapolda Kepri Jenderal (Purn) Yan Fitri Halimansyah, mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir dalam acara tersebut. Ia mengajak semua pihak menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Batam. “Kita harus mendukung program pemerintah agar dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Dengan silaturahmi ini, semoga menambah kedekatan kita dan IKM jadi contoh organisasi kekerabatan yang solid dan bermanfaat,” harapnya. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua DPP IKM yang telah empat kali mengunjungi daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran warga Minang dalam pembangunan Batam. “Warga asal Sumbar merupakan kelompok penduduk terbesar keempat di Kepri, bersama Sumut,” jelas Amsakar menerangkan. Amsakar juga menyebutkan bahwa warga Minang merupakan komunitas perantau yang besar dan mandiri di Batam. “Alhamdulillah warga minang adalah warga yang tidak merisaukan hati, karena warga minang telah banyak membangun ekonomi mandiri,” jelasnya. (*)
Penguatan Sinergi IKM Wilayah Solo Raya, Klaten dan Surakarta Satu Suara

Surakarta, 20 Juli 2025 – Ketua Pembina DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Klaten, Abdul Kadir, bersama Ketua DPD IKM Klaten, Purnomo, menghadiri rapat konsolidasi yang digelar di Rumah Makan Embun Pagi, Kota Surakarta. Rapat ini dipimpin oleh Kadispers Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Adm Yogie Azhar Koto, SE, M.Tr.SOU, M.Han. Selain dari Klaten, rapat juga dihadiri oleh jajaran DPD IKM Kota Surakarta, antara lain Dewan Pembina Epi Rizandi, Ketua Yunaldi Efendi, Sekretaris Buyung M. Faizal, serta Uni Riche. Dari DPD IKM Klaten turut mendampingi Wakil Ketua Handri Maidi, Sekretaris Joni, dan Rizal Malin Kayo sebagai Humas. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar DPD IKM di wilayah Solo Raya dan sekitarnya, dengan tujuan memperkokoh peran organisasi dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. (Rizal Malin Kayo)
DPP IKM Serahkan Lisensi Keaslian Masakan Padang Tahap Pertama kepada Pengusaha Rumah Makan di Klaten

Klaten, 17 Juli 2025 – Dalam rangka menjaga kemurnian cita rasa kuliner Minangkabau sekaligus melindungi warisan budaya dari komersialisasi tanpa kontrol, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) menyerahkan lisensi keaslian masakan Padang tahap pertama melalui DPD IKM Kabupaten Klaten kepada sejumlah pengusaha rumah makan Minang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Penyerahan lisensi dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pembina DPD IKM Klaten, Abdul Kadir, didampingi oleh Datuk Bareno selaku Dewan Penasehat DPD IKM Klaten, kepada Ketua DPD IKM Klaten, Purnomo, yang juga merupakan pemilik Rumah Makan Minangkabau. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus DPD IKM Klaten, antara lain: Uda Sam, Wakil Sekretaris Uda Joni, dan Humas DPD IKM Klaten, Rizal Malin Kayo. Acara berlangsung khidmat dan menjadi tonggak penting bagi komunitas Minang dalam menjaga keaslian rasa, penggunaan bumbu dan rempah tradisional, serta teknik memasak warisan leluhur yang telah menjadi ciri khas kuliner Indonesia, khususnya dari Sumatera Barat. “Lisensi ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk tanggung jawab budaya dan marwah kuliner Minangkabau. Ini adalah langkah konkret untuk membedakan rumah makan yang benar-benar menyajikan masakan Padang asli dan mana yang hanya meniru tampilan luarnya,” tegas Abdul Kadir dalam sambutannya. Fenomena menjamurnya rumah makan “Padang KW” yang meniru tampilan etalase dan nama-nama khas masakan Padang, namun menyajikan rasa yang jauh dari standar dan bahkan dijual dengan harga yang tidak sebanding dengan mahalnya bahan dan rempah asli Minang, dinilai sangat merugikan. Selain mencederai persepsi publik, hal itu juga menggerus reputasi dan kualitas Masakan Padang secara umum. Ketua DPD IKM Klaten, Purnomo, menyatakan bahwa lisensi ini merupakan strategi penting dalam menjaga integritas rasa dan identitas rumah makan Minang yang dikelola oleh orang Minang asli. “Lisensi resmi dari DPP IKM akan menjadi tanda pengenal bagi masyarakat untuk membedakan rumah makan yang benar-benar mempertahankan warisan rasa khas Minangkabau yang biasa dikenal dengan Masakan Padang,” ujarnya. Dengan dimulainya penyerahan lisensi tahap pertama ini, DPD IKM Klaten berharap ke depan akan lebih banyak rumah makan yang mengikuti standar kualitas ketahap berikutnya, sekaligus memperkuat branding masakan Padang sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang bernilai tinggi dan tidak ikut-ikutan banting harga yang justru merugikan pengusaha rumah makan itu sendiri. (Rizal Malin Kayo — Humas DPD IKM Klaten)