Surakarta – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan masyarakat Minangkabau di Solo Raya untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Melalui sinergi antara Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Minangkabau (DPD IKM) Kota Surakarta dan Yayasan Minang Saiyo Solo Raya, berbagai kegiatan keagamaan dan sosial berlangsung khidmat di Masjid Tauhid Pabelan, Kartasura.
Masjid yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Minang di kawasan Solo Raya itu kembali menjadi lokasi utama pelaksanaan rangkaian Iduladha, mulai dari shalat berjamaah hingga penyembelihan hewan kurban. Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan warga Minang perantauan, tetapi juga mendapat partisipasi masyarakat sekitar.
Pelaksanaan Shalat Iduladha yang digelar pada Selasa (27/5) diikuti ratusan jamaah. Sejak pagi hari, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat ketika para jamaah saling bersalaman serta menjalin silaturahmi usai menunaikan ibadah.
Keesokan harinya, panitia melaksanakan penyembelihan empat ekor sapi kurban. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak tiga ekor sapi. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui mekanisme kupon guna memastikan pembagian berlangsung tertib dan merata.
Ketua Panitia Kurban, Yusuf Datuk, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan kurban dapat berjalan lancar.
“Kerja sama panitia, relawan, dan masyarakat menjadi kunci sukses kegiatan tahun ini. Alhamdulillah seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik dan pembagian daging kurban berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Semangat gotong royong juga tampak dari keterlibatan Bundo Kanduang yang mengambil peran penting dalam menyiapkan konsumsi bagi panitia, jamaah, dan tamu undangan. Kehadiran kaum ibu Minangkabau tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan yang terus terjaga dalam kehidupan masyarakat perantauan.
Selain pengurus DPD IKM Kota Surakarta dan Yayasan Minang Saiyo Solo Raya, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Minang di Solo Raya, pengurus Takmir Masjid Tauhid, serta berbagai komunitas perantau Minang yang ada di wilayah tersebut.
Ketua DPD IKM Kota Surakarta, Yunaldi Efendi, mengatakan bahwa Iduladha tidak hanya menjadi sarana menjalankan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Menurutnya, semangat berbagi melalui kurban harus terus dipelihara agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Ia berharap jumlah hewan kurban yang dihimpun pada tahun-tahun mendatang dapat terus meningkat seiring bertambahnya partisipasi warga.
“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan warga Minang dengan masyarakat sekitar semakin erat dan harmonis,” ungkapnya.
Yunaldi menambahkan, semangat tersebut selaras dengan falsafah Minangkabau ‘dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang’, yang mengajarkan pentingnya beradaptasi, menjaga hubungan baik, serta memberikan kontribusi positif di lingkungan tempat tinggal, di mana pun berada.




